Wawasan

Berapa biaya membuat aplikasi Android untuk usaha?

Kisaran biaya membuat aplikasi Android untuk usaha, mulai Rp 5 juta. Apa yang menentukan harganya, biaya setelah rilis, dan kapan website saja sudah cukup.

Oleh · Terbit

Aplikasi Android terdengar mahal, dan memang bisa mahal. Tetapi rentangnya lebar: aplikasi sederhana untuk satu keperluan berbeda jauh dari sistem dengan banyak peran dan cabang. Angka di bawah mengikuti kisaran yang dipublikasikan di halaman Harga.

Jawaban singkat

Rp 5 – 20 juta untuk satu aplikasi sederhana: sekitar 10 layar, satu peran pengguna, dan laporan sederhana, dikerjakan dalam 2 – 6 minggu.

Rp 20 – 60 juta untuk aplikasi yang lebih lengkap: beberapa peran pengguna, mode offline dengan sinkronisasi, dan laporan penjualan, stok, serta arus kas. Waktu pengerjaan 1 – 3 bulan.

Di atas itu, harga mengikuti jumlah cabang, integrasi, dan kebutuhan khusus perusahaan.

Tanyakan dulu: perlu aplikasi, atau cukup website?

Banyak kebutuhan yang disebut “aplikasi” sebenarnya bisa diselesaikan website yang nyaman dibuka dari ponsel, dengan biaya lebih rendah dan tanpa perlu dipasang.

Aplikasi Android sepadan ketika:

  • harus tetap berjalan tanpa internet, misalnya di lapak, gudang, atau lapangan;
  • dipakai berkali-kali setiap hari oleh orang yang sama, seperti kasir atau petugas;
  • butuh fitur perangkat: kamera untuk memindai, notifikasi, atau printer struk lewat Bluetooth;
  • harus tetap bekerja di latar belakang saat layar mati.

Kalau tujuannya hanya menampilkan informasi, menerima pesanan sesekali, atau membuat usaha muncul di Google, website hampir selalu pilihan yang lebih tepat.

Yang menentukan harga

  • Jumlah layar dan peran pengguna. Setiap layar dirancang, dibangun, dan diuji. Pemilik, kasir, dan staf yang melihat hal berbeda berarti lebih banyak layar.
  • Mode offline. Menyimpan data di ponsel lalu menyinkronkannya dengan aman adalah pekerjaan tersendiri, dan sering kali justru alasan utama membuat aplikasi.
  • Platform tambahan. Dasbor web di samping aplikasi Android menambah kira-kira 40 – 60% dari platform pertama.
  • Integrasi. Payment gateway, marketplace, atau sistem akuntansi berkisar Rp 3 – 15 juta per integrasi.
  • Fitur AI. Asisten, suara, atau pengolahan dokumen berkisar Rp 5 – 40 juta, bergantung pada cakupannya.

Biaya setelah aplikasi jadi

  • Akun developer Google Play: USD 25, sekali bayar, dibayar ke Google dan terdaftar atas nama Anda. Aplikasi untuk kalangan sendiri juga bisa dibagikan langsung sebagai berkas APK tanpa lewat Play Store.
  • Server, bila data disinkronkan antarperangkat: sekitar Rp 0 – 500 ribu per bulan untuk proyek kecil.
  • Pemeliharaan, opsional, untuk pembaruan dan perubahan kecil. Android diperbarui setiap tahun, jadi aplikasi yang dipakai bertahun-tahun perlu disesuaikan sesekali.

Dua contoh

Kasir Kaki Lima adalah aplikasi kasir untuk pedagang kecil yang sudah tersedia di Google Play: transaksi tersimpan di ponsel lebih dulu, lalu disinkronkan saat koneksi kembali.

Laras adalah aplikasi belajar bahasa di Google Play yang materinya tetap bisa dipakai offline, dengan progres yang disinkronkan begitu perangkat kembali online.

Keduanya punya halaman proyek yang menjelaskan masalah, fitur, dan teknologinya.

Langkah berikutnya

Ceritakan lewat WhatsApp siapa yang akan memakai aplikasinya dan apa yang mereka kerjakan setiap hari. Anda mendapat estimasi kasar lebih dulu tanpa biaya, termasuk jawaban jujur bila website saja sudah cukup. Rincian jasa pembuatan aplikasi Android Aufal Tech, termasuk apa yang Anda terima, ada di halaman layanannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya membuat aplikasi Android sederhana untuk usaha?

Sekitar Rp 5 – 20 juta untuk aplikasi dengan kurang lebih 10 layar, satu peran pengguna, dan laporan sederhana, dikerjakan dalam 2 – 6 minggu.

Berapa biaya aplikasi Android yang bisa dipakai offline?

Aplikasi dengan beberapa peran pengguna, mode offline dengan sinkronisasi, serta laporan penjualan, stok, dan arus kas berkisar Rp 20 – 60 juta dengan waktu pengerjaan 1 – 3 bulan.

Kapan usaha perlu aplikasi Android, bukan website?

Ketika aplikasi harus berjalan tanpa internet, dipakai berkali-kali setiap hari oleh orang yang sama, butuh kamera, notifikasi, atau printer Bluetooth, atau harus bekerja di latar belakang. Untuk menampilkan informasi dan muncul di Google, website biasanya lebih tepat.

Apa saja biaya setelah aplikasi Android selesai dibuat?

Akun developer Google Play USD 25 sekali bayar, server sekitar Rp 0 – 500 ribu per bulan bila data disinkronkan, dan pemeliharaan opsional.

Punya masalah yang bisa diselesaikan dengan software?

Ceritakan dalam beberapa kalimat lewat WhatsApp. Anda akan mendapat balasan langsung tentang cakupan, platform, dan versi pertama yang masuk akal.

Ajukan Proyek