Desktop · Dalam pengembangan aktif
AI Developer Engineer
Tim pengembang berbasis agent AI yang dikendalikan lewat WhatsApp, dari rencana kerja sampai pull request.

Nilai jual
Yang membuatnya menonjol.
Delegasikan pekerjaan dari ponsel
Cukup kirim pesan WhatsApp. Agent membuka repository, mengerjakan perubahan, dan melaporkan hasilnya tanpa Anda membuka laptop.
Kendali tetap di tangan Anda
Agent selalu mengajukan rencana dan menunggu persetujuan sebelum bekerja. Perubahan terakhir bisa dibatalkan tanpa menghapus riwayat.
Tidak berhenti saat kuota AI habis
Sistem berpindah otomatis ke penyedia AI berikutnya dan melanjutkan tugas yang sama, serta bisa berjalan dengan penyedia yang punya paket gratis.
Kualitas dijaga otomatis
Test dan lint dijalankan sebelum commit, dan perubahan masuk lewat pull request sesuai kebijakan tiap proyek.
Masalahnya
Pekerjaan kecil di repository seperti menambah endpoint, memperbaiki bug, atau memperbarui dependensi tetap menuntut developer membuka laptop. Asisten koding yang ada umumnya terikat pada editor dan satu penyedia AI, sehingga berhenti ketika kuotanya habis.
Untuk siapa
Developer dan tim kecil yang ingin mendelegasikan tugas koding dari ponsel, dengan kendali atas apa yang dikerjakan dan kapan perubahan digabung.
Fitur utama
Dikendalikan lewat WhatsApp
Kirim instruksi dalam bahasa biasa. Agent meng-clone atau memperbarui repository, mengerjakan perubahan, lalu membalas dengan ringkasan hasilnya.
Rencana dulu, eksekusi kemudian
Agent membalas dengan rencana kerja per departemen dan baru mulai setelah dikonfirmasi lewat tombol asli WhatsApp.
Peran seperti tim
Tugas dibagi ke departemen seperti manajemen, pengembangan, desain, QA, dan infrastruktur, masing-masing bisa memakai model AI yang berbeda.
Berpindah penyedia AI otomatis
Beberapa penyedia dicoba berurutan. Bila satu gagal atau terkena batas pemakaian, sesi berlanjut di penyedia berikutnya tanpa mengulang tugas dari awal.
Gerbang test dan lint
Perintah test dan lint dijalankan sebelum commit. Bila gagal, commit dibatalkan.
Alur GitHub lengkap
Membuka pull request atau merge langsung sesuai kebijakan tiap proyek, mengulas PR, mengerjakan issue, memantau CI, dan membatalkan perubahan terakhir.
Tiga pintu masuk
WhatsApp untuk pemakaian sehari-hari, CLI untuk terminal, dan jendela chat desktop. Ketiganya memakai agent yang sama.
Pendekatan yang sama bisa diadaptasi untuk
- Asisten internal tim engineering lewat chat
- Otomasi tugas rutin repository seperti pembaruan dependensi
- Bot WhatsApp yang menjalankan alur kerja dengan persetujuan
Arsitektur
Sistem ini terdiri dari dua proses Node yang terpisah. Gateway WhatsApp menerima webhook dari Meta, memverifikasi tanda tangannya, dan mengirim balasan. Orchestrator menyimpan daftar proyek, merutekan perintah, menjalankan sesi agent untuk setiap tugas, mencatat audit log, dan mengirim perkembangan ke pengguna.
Keduanya berkomunikasi lewat HTTP internal dengan rahasia bersama. Hanya gateway yang punya endpoint publik. CLI dan jendela desktop berbasis Electron tersambung ke orchestrator yang sama, sehingga perilakunya identik dengan jalur WhatsApp.
Setiap repository yang didaftarkan di-clone ke folder kerjanya sendiri di server.
Detail implementasi
Loop agent sendiri. Inti sistemnya adalah loop tool-calling dengan empat alat: menjalankan perintah shell, membaca berkas, menulis berkas, dan mengedit berkas. Setiap penyedia AI punya adaptornya, sehingga menambah penyedia baru tidak mengubah loop.
Pertahanan berlapis. Daftar pengirim yang diizinkan diperiksa di gateway dan diperiksa lagi di orchestrator. Pesan dari nomor lain tidak pernah sampai ke agent.
Perintah deterministik lebih dulu. Perintah seperti daftar proyek, status, atau ganti model ditangani tanpa AI. Hanya percakapan bebas dan tugas koding yang diteruskan ke model.
Konfirmasi untuk aksi berisiko. Menjalankan rencana, mengirim ulasan ke PR, melakukan merge, dan membatalkan commit semuanya meminta persetujuan lebih dulu. Pembatalan memakai revert, sehingga riwayat tidak dihapus.
Kebijakan merge per proyek. Setiap proyek memilih antara membuka pull request atau langsung ke branch utama.
Lebih dari teks. Agent menerima gambar untuk ditinjau dan pesan suara, dapat mengirim patch sebagai lampiran, dan dapat menjalankan tugas terjadwal seperti memperbarui dependensi setiap minggu.
Yang bisa diverifikasi
- Loop tool-calling ditulis sendiri, tanpa SDK agent pihak ketiga.
- Dirancang untuk berjalan 24 jam di server dengan Docker Compose.
- Kode sumbernya privat dan sistem ini masih dikembangkan aktif.
Tangkapan layar





